Kiat Untuk Menjaga Anak-Anak Tetap Aman Saat Daring

daring

Perkembangan media sosial, game online, forum online, dan penggunaan ponsel telah memberikan akses teknologi yang tidak pernah diimpikan oleh anak-anak saat ini hanya satu generasi yang lalu. Anak-anak sekarang memiliki akses ke sejumlah besar konten, orang, dan informasi online. Dengan kemajuan ini, orang tua sekarang memiliki lebih banyak tantangan dalam hal menjaga anak-anak mereka agar tetap aman dan bahagia. Mereka ingin mereka aman dari predator dan bahagia dalam arti bebas dari penindasan online. Kedua kekhawatiran ini terutama ada di benak orang tua ketika anak-anak mereka membuat halaman Facebook, bermain game online, dan mengirim pesan teks tanpa henti.

Berikut adalah ikhtisar dari beberapa ancaman teratas bagi kesejahteraan anak Anda. slot indonesia Di dunia yang selalu terhubung, mengetahui di mana letak bahayanya adalah langkah pertama dalam pencegahan dan keselamatan.

Orang Dewasa Pemangsa

Menurut enough.org, saat ini ada lebih dari 600.000 Pelanggar Seksual Terdaftar di AS dan lebih dari empat persen dari semua anak-anak, saat online, akan dihadapkan pada beberapa bentuk ajakan sugestif dari orang dewasa. Anak-anak yang naif atau pemberontak dapat menjadi mangsa predator online ini.

Peer Bullying

Media telah meliput beberapa kasus bunuh diri remaja dan penindasan online dalam beberapa tahun terakhir. Menurut beberapa statistik dari Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS, hampir 52% siswa melaporkan pernah mengalami penindasan di dunia maya, sementara 25% melaporkan penindasan berulang melalui ponsel atau profil media sosial mereka (statisticbrain.com).

Konten Tidak Pantas

Pornografi dan konten yang tidak pantas ada di mana-mana di internet. Menurut Alexa.com, empat dari dua puluh situs teratas dengan lalu lintas web tertinggi bersifat pornografi. Ketika Anda mempertimbangkan apa yang sering muncul di mesin pencari saat memasukkan pencarian yang tampaknya tidak berbahaya, atau jumlah email spam yang tidak pantas yang Anda terima, tidak sulit untuk melihat mengapa ini menjadi masalah dengan menjaga anak-anak tetap terisolasi dari konten yang tidak pantas.

Narsisme dan Paksaan

Anak-anak, dan terutama remaja, sangat sadar akan status dan citra sosial. Pola pikir ini dapat menyebabkan waktu yang tidak sehat di situs media sosial seperti Twitter atau Facebook. Anak-anak terjebak dalam upaya untuk terus-menerus sadar, terhubung, dan berinteraksi secara online dengan harapan mereka akan diterima atau menjadi lebih populer.

Leave a Reply

Your email address will not be published.